bagaimana Allah menciptakan bumi menurut Al Quran dan nyatakan kajian sains berkaitan berkaitan asal usul bumi di alam semesta.

 PENCIPTAAN BUMI MENURUT ALQURAN DAN SAINS




Berdasarkan dalil di dalam alquran,penciptaan bumi berlangsung dalam enam peringkat atau masa . Keenam masa ini kemudian dibagi lagi menjadi dua yaitu penciptaan bumi itu sendiri yang berlangsung dalam dua masa dan empat masa berikutnya adalah proses pelamparan bumi yang berlangsung hingga sekarang. Tidak diketahui apakah satuan dari masa tersebut, apakah dalam satuan hari, bulan, tahun atau jutaan hingga milyaran tahun?


ENAM FASA PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI

Surat Al Sajdah ayat 4

اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ مَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا شَفِيْعٍۗ اَفَلَا تَتَذَكَّرُوْنَ


Artinya : “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”


Dari ayat di atas Allah SWT menyebutkan penciptaan langit dan bumi dalam enam masa (sittati ayyaamin), selanjutnya para mufasir bersepakat dalam menafsirkan ayat ini, bahawa yang disebut dengan (sittati ayyaamin) itu adalah enam tahap atau proses, dan bukannya enam hari sebagaimana pengertian daripada perkataan ayyaamin.

Antara kronologi penciptaan langit dan bumi dalam Al-Qur’an adalah :


•FASA PERTAMA


Artinya: “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”

(Q.S. AlAnbiya [21] :30)


Ini dimulai dengan sebuah ledakan besar (bigbang) sekitar 12-20 milion tahun lalu. Inilah awal penciptaan matahari, tenaga, dan waktu. “Ledakan” pada hakikatnya adalah pengembangan ruang. Matahari yang mula-mula terbentuk adalah daripada hydrogen yang menjadi bahan dasar bagi bintang-bintang generasi pertama. Hasil dari ledakan antara gas-gas hydrogen, meghasilkan unsur-unsur yang lebih berat dan padat, seperti karbon, oksigen serta besi. Ledakan ini juga disebut Nukleosintesis Big Bang.



•FASA KEDUA


 “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu”

(Q.S. Al-Baqarah [2] : 29)


Pada fasa ini, proses pembentukan langit berlaku. Umum ketahui bahawa langit yang berwarna biru adalah disebabkan pantulan cahaya matahari oleh partikel-partikel di atmosfera. Di luar atmosfera, langit tidak lagi berwarna biru, bahkan yang ada hanyalah titik cahaya seperti bintang, galaksi, dan benda-benda lainnya. Jadi, langit bukanlah hanya kubah biru yang ada di atas, melainkan keseluruhan yang ada di atas sana (bintang-bintang, galaksi, dan benda-benda langit lainnya), maka itulah hakikat langit yang sesungguhnya. Adapun dalam fasa ini, pembentukan bintang-bintang di dalam galaksi masih berlaku sehingga ke hari ini.




•FASA KETIGA


Pada fasa ini penciptaan alam semesta adalah proses penciptaan tata suria, termasuk bumi. Selain itu, pada fasa ini juga telah terjadinya proses pembentukan matahari yang berlaku sekitar 4 hingga 6 juta tahun yang lalu. Proto-bumi (bayi bumi) yang telah terbentuk terus berorientasi mengelilingi matahari di atas paksinya serta menghasilkan fenomena siang dan malam, sebagaimana yang Allah SWT firmankan dalam ayatnya :


 “dan Dia menjadikan malamnya gelap gelita, dan menjadikan siangnya terang benderang.”

(Q.S An-Nazi’at [79] : 29)



•FASA KEEMPAT


Bumi terbentuk daripada debu-debu antara bintang yang dingin mulai menghangat dengan pemanasan daripada cahaya matahari dan pemanasan dari dalam (endogenik) dan juga daripada unsur-unsur radioaktif di bawah kerak bumi.

Akibat pemanasan endogenik tersebut, batu-batuan di bawah kerak bumi menjadi lebur, antara lain muncul sebagai lava dari gunung api. Batuan basalt yang menjadi dasar lautan dan granit yang menjadi batuan utama di daratan merupakan hasil daripada pembekuan leburan tersebut. Pemadatan yang berlaku di kerak bumi akan menjadi dasar lautan dan daratan yang terhasil itulah yang dimaksudkan sebagai “hamparan bumi” .sebagaimana Allah SWT berfirman :


“dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.”

(Q.S. an-Naziat [79] :30)



 •FASA KELIMA


Hadirnya air dan atmosfera di bumi yang menjadi syarat terciptanya kehidupan di bumi. Sebagaimana firmanAllah SWT :


“…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup… “

 (Q.S. al-anbiya [21] : 30)



Selain itu, pemanasan matahari menimbulkan fenomena cuaca dibumi, yakni awan dan halilintar. Melimpahnya air laut dan keadaan atmosfera purba yang kaya dengan gas metana (CH4) dan ammonia (NH3). Persenyawaan organik yang mengikut aliran air akhirnya tertumpu di laut. Kehidupan dijangka bermula dari laut yang panas sekitar 3 hingga 5 milion tahun yang lalu berdasarkan fosil tertua yang pernah ditemui. Sebagaimana diceritakan dalam surah Al Anbiya ayat 30 yang telah mengatakan bahawasannya semua makhluk hidup berasal daripada air.


•FASA KEEANAM


Fasa keenam dalam proses penciptaan alam ini adalah dengan lahirnya kehidupan di bumi yang bermula daripada makhluk bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan. Hadirnya tumbuh - tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar 2 milion tahun lalu menyebabkan atmosfera bumi mulai terisi dengan oksigen bebas. Pada masa ini juga, proses geologi yang menyebabkan lipatan atau mampatan plat tektonik akan menyebabkan terhasilnya rantai pergunungan di bumi terus berlanjutan.


KESIMPULAN

Al-Quran menyatakan konsep asas penciptaan, manakala sains memberikan penjelasan lebih terperinci tentang proses fizik dan kimia yang terlibat.Kedua-duanya menunjukkan bahawa alam semesta dan bumi diciptakan secara berperingkat, bukan secara tiba-tiba.

MUHAMMAR HAMDILLAH (F1059)
AHMAD FARID AMSYAR (F1035)
MUHAMMAD HADIF SYAKIL (F1008)
AHMAD AMIRUL WAIDZ (F1030)




Comments